Ulama Diminta Aktif Di Medsos Untuk Lawan Hate Speech

Ulama Diminta Aktif Di Medsos Untuk Lawan Hate Speech

Ulama Diminta Aktif Di Medsos Untuk Lawan Hate Speech

POLITIKBERSUARA.TK – Bagi Para ulama dimintai untuk aktif di media sosial. Alasannya, ulama bisa memberikan hal yang positif di media sosial untuk melawan ujaran kebencian dan hoax.

“Saya berharap MUI mendorong agar kiai-kiai yang adem ini bermedia sosial,” ucap pengamat media sosial Nukman Luthfie di Galeri Nasional, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta Pusat, Jumat (9/6/2017).

Majelis Ulama Indonesia (MUI) memberi dukungan atas langkah Direkrotat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri. Dukungan diberikan atas upaya polisi memburu admin grup Facebook yang menyebarkan kebencian.

jelaspoker

“Jadi memang sudah semestinya Bareskrim melaksanakan tindakan tegas terhadap siapa pun yang melanggar hukum berdasarkan ketentuan UU yang berlaku. Yang pasti dalam melaksanakan tugas Bareskrim harus bersikap adil dan tidak boleh tebang pilih. Jangan terkesan yang ditarget dari kelompok tertentu saja, sementara ada kelompok lain yang juga melanggar hukum tetapi dibiarkan. Kalau hal ini terjadi maka akan menurunkan kredibilitas aparat penegak hukum,” ucap Wakil Ketua MUI Zainut Tauhid dalam keterangannya,

Dinilai oleh Nukman, para ulama bisa mengantisipasi penyebaran ujaran kebencian dan hoax. Apalagi saat ini beberapa situs media belum teruji kredibilitas dan kompetensinya.

“Upaya blokir tidak berguna jika yang dipercaya masih media abal-abal dan materi berita yang kontennya tidak jelas. Maka internet harus dibanjiri dengan konten positif,” ujar dia.

Nukman telah mengatakan media sosial yang disukai masyarakat adalah Facebook dan YouTube. Namun media sosial saat ini digunakan untuk kepentingan politik. Padahal awal media sosial marak digunakan untuk berteman, bisnis, dan eksistensi.

“Jadi kita itu sehari-hari media yang paling sering kita konsumsi masyarakat ternyata itu media sosial. TV cuma sebentar, baca koran nggak, dengar radio nggak. Sisanya buka medsos yang ia sukai, Youtube, Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan lainnya,” ucap dia.

Dia juga menilai saat ini masyarakat terbelah seusai Pilkada DKI karena kampanye melalui media sosial. Apalagi informasi yang tersebar di media sosial terkait kampanye pemilu belum terverifikasi.

“Contohnya Pemilu 2014 antara Jokowi dan Prabowo, kemudian kemarin Pilkada DKI sampai saat ini masih terasa ada yang ke kubu sana dan sini. Selesai pilkada ada persekusi,” diterangkan oleh Nukman.

Nukman berharap bahwa fatwa MUI soal media sosial bisa memperbaiki situasi tersebut. Karena itu, sosialisasi fatwa MUI harus diberikan kepada seluruh masyarakat.

“Saya harap ini bisa lebih powerful, saya masih yakin ini jalan dan saya optimistis ini jalan. Saya berharap Kominfo memfasilitasi sosialisasi ini,” ucap dia.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

One thought on “Ulama Diminta Aktif Di Medsos Untuk Lawan Hate Speech

  1. You really make it seem so easy along with your presentation however I in finding this topic to be actually something that I believe I’d by no means understand. It seems too complicated and extremely wide for me. I am taking a look ahead on your subsequent post, I will try to get the hold of it!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *