PDI-P Tidak Mungkin Untuk Tidak Memunculkan Calon Sendiri

PDI-P Tidak Mungkin Untuk Tidak Memunculkan Calon Sendiri

PDI-P Tidak Mungkin Untuk Tidak Memunculkan Calon Sendiri

POLITIKBERSUARA.TK – Pengamat politik yang Ketua Program Studi Magister Pengetahuan Sosial Kampus Brawijaya Malang, Wawan Sobari menyampaikan, PDI Perjuangan mempunyai modal yang cukup untuk menimbulkan calon sendiri pada Pilkada Jawa Timur 2018.

Menurutnya, satu diantara modal yang telah dipunyai partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu yaitu banyak kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jawa Timur yang mungkin. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

“Untuk saya sesungguhnya PDI Perjuangan ini agak aneh bila kelak tidak mencalonkan sendiri. Mengapa? PDI Perjuangan miliki Ibu Risma, lalu PDI Perjuangan miliki Azwar Anas. Selalu lalu juga miliki sebagian bupati lain yang dari bagian branding telah bagus. Umpamanya Emil, itu kan PDI Perjuangan, ” tegasnya waktu dihubungi PolitikBersuara.tk, Jumat (9/6/2017).

jelaspoker

Di bagian lain, dengan hitung politik, PDI Perjuangan di Jawa Timur juga layak diperhitungkan. PDI Perjuangan adalah partai pemenang nomor dua di Jawa Timur sesudah PKB pada Pemilu 2014 lantas dengan raihan 19 kursi di DPRD.

Modal itu menurut Wawan dapat jadikan PDI Perjuangan untuk bangun koalisi dengan partai lain di luar yang di bangun oleh PKB.

“PDI Perjuangan dari bagian kursi cukup. Dia juga mempunyai calon yang layak jual. Mengapa tidak maju sendiri serta berkoalisi dengan yang lain, ” ucapnya.

Sekarang ini, PDI Perjuangan masih tetap buka pendaftaran seleksi calon. Pendaftar pertama yaitu Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Walau telah memperoleh kepastian support dari PKB, Gus Ipul masih tetap menjajaki partai lain, termasuk juga PDI Perjuangan.

Wawan menyampaikan, PDI Perjuangan tidaklah perlu cemas dengan diusungnya Gus Ipul oleh PKB. Menurutnya, sesuai sama pengalaman pilkada terlebih dulu, kantong nada PKB serta Gus Ipul yang datang dari kelompok Nahdliyin atau warga NU bisa saja pecah.

Begitu, menyatunya PKB serta Gus Ipul belum dapat disebutkan jadi kemampuan yang menguasai dalam Pilkada Jawa Timur. Terlebih, Khofifah Indar Parawansa yang mempunyai basis massa NU punya potensi maju lagi dalam Pilkada Jawa Timur serta memecah nada Nahdliyin.

“Serta ingat bila diikuti mulai pilkada th. 2008, lalu 2013, sempatkah kita lihat nada Nahdliyin itu solid? Tidak pernah. Untuk saya 2018 juga bakal sama. Untuk saya aneh bila PDI Perjuangan menghkawatirkan support PKB pada Gus Ipul selalu lalu buat PDI Perjuanga berhimpun, ” tuturnya.Pengamat politik yang Ketua Program Studi Magister Pengetahuan Sosial Kampus Brawijaya Malang, Wawan Sobari menyampaikan, PDI Perjuangan mempunyai modal yang cukup untuk menimbulkan calon sendiri pada Pilkada Jawa Timur 2018.

Menurutnya, satu diantara modal yang telah dipunyai partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu yaitu banyak kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jawa Timur yang mungkin. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

“Untuk saya sesungguhnya PDI Perjuangan ini agak aneh bila kelak tidak mencalonkan sendiri. Mengapa? PDI Perjuangan miliki Ibu Risma, lalu PDI Perjuangan miliki Azwar Anas. Selalu lalu juga miliki sebagian bupati lain yang dari bagian branding telah bagus. Umpamanya Emil, itu kan PDI Perjuangan, ” tuturnya waktu dihubungi Kompas. com, Jumat (9/6/2017).

Di bagian lain, dengan hitung politik, PDI Perjuangan di Jawa Timur juga layak diperhitungkan. PDI Perjuangan adalah partai pemenang nomor dua di Jawa Timur sesudah PKB pada Pemilu 2014 lantas dengan raihan 19 kursi di DPRD.

Modal itu menurut Wawan dapat jadikan PDI Perjuangan untuk bangun koalisi dengan partai lain di luar yang di bangun oleh PKB.

“PDI Perjuangan dari bagian kursi cukup. Dia juga mempunyai calon yang layak jual. Mengapa tidak maju sendiri serta berkoalisi dengan yang lain,” ucapnya.

Sekarang ini, PDI Perjuangan masih tetap buka pendaftaran seleksi calon. Pendaftar pertama yaitu Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Walau telah memperoleh kepastian support dari PKB, Gus Ipul masih tetap menjajaki partai lain, termasuk juga PDI Perjuangan.

Wawan menyampaikan, PDI Perjuangan tidaklah perlu cemas dengan diusungnya Gus Ipul oleh PKB. Menurutnya, sesuai sama pengalaman pilkada terlebih dulu, kantong nada PKB serta Gus Ipul yang datang dari kelompok Nahdliyin atau warga NU bisa saja pecah.

Begitu, menyatunya PKB serta Gus Ipul belum dapat disebutkan jadi kemampuan yang menguasai dalam Pilkada Jawa Timur. Terlebih, Khofifah Indar Parawansa yang mempunyai basis massa NU punya potensi maju lagi dalam Pilkada Jawa Timur serta memecah nada Nahdliyin.

“Serta ingat bila diikuti mulai pilkada th. 2008, lalu 2013, sempatkah kita lihat nada Nahdliyin itu solid? Tidak pernah. Untuk saya 2018 juga bakal sama. Untuk saya aneh bila PDI Perjuangan menghkawatirkan support PKB pada Gus Ipul selalu lalu buat PDI Perjuanga berhimpun,” tuturnya. Pengamat politik yang Ketua Program Studi Magister Pengetahuan Sosial Kampus Brawijaya Malang, Wawan Sobari menyampaikan, PDI Perjuangan mempunyai modal yang cukup untuk menimbulkan calon sendiri pada Pilkada Jawa Timur 2018.

Menurutnya, satu diantara modal yang telah dipunyai partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu yaitu banyak kepala daerah dari PDI Perjuangan di Jawa Timur yang mungkin. Seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta Bupati Trenggalek Emil Elestianto Dardak.

“Untuk saya sesungguhnya PDI Perjuangan ini agak aneh bila kelak tidak mencalonkan sendiri. Mengapa? PDI Perjuangan miliki Ibu Risma, lalu PDI Perjuangan miliki Azwar Anas. Selalu lalu juga miliki sebagian bupati lain yang dari bagian branding telah bagus. Umpamanya Emil, itu kan PDI Perjuangan,” tuturnya waktu dihubungi Kompas. com, Jumat (9/6/2017).

Di bagian lain, dengan hitung politik, PDI Perjuangan di Jawa Timur juga layak diperhitungkan. PDI Perjuangan adalah partai pemenang nomor dua di Jawa Timur sesudah PKB pada Pemilu 2014 lantas dengan raihan 19 kursi di DPRD.

Modal itu menurut Wawan dapat jadikan PDI Perjuangan untuk bangun koalisi dengan partai lain di luar yang di bangun oleh PKB.

“PDI Perjuangan dari bagian kursi cukup. Dia juga mempunyai calon yang layak jual. Mengapa tidak maju sendiri serta berkoalisi dengan yang lain,” ucapnya.

Sekarang ini, PDI Perjuangan masih tetap buka pendaftaran seleksi calon. Pendaftar pertama yaitu Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. Walau telah memperoleh kepastian support dari PKB, Gus Ipul masih tetap menjajaki partai lain, termasuk juga PDI Perjuangan.

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

3 thoughts on “PDI-P Tidak Mungkin Untuk Tidak Memunculkan Calon Sendiri

  1. Great post. I was checking continuously this weblog and I am inspired! Very useful information specifically the last phase 🙂 I take care of such information much. I used to be seeking this particular info for a long time. Thank you and best of luck.

  2. I think other web site proprietors should take this site as an model, very clean and wonderful user genial style and design, let alone the content. You’re an expert in this topic!

  3. I just want to say I am just new to blogging and actually loved you’re blog. More than likely I’m going to bookmark your website . You actually have amazing article content. With thanks for revealing your web-site.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *