ICW Mengingatkan Tak Ada Profesi yang Kebal Hukum

ICW Mengingatkan Tak Ada Profesi yang Kebal Hukum

ICW Mengingatkan Tak Ada Profesi yang Kebal Hukum

PolitikBersuara –  Tama Satya Langkun selaku Koordinator Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), mengatakan bahwa tidak ada profesi yang kebal hukum untuk kasus Fredrich Yunadi. Hal tersebut dijelaskannya menanggapi kasus yang menjerat mantan pengacara Setya Novanto, yakni Fredrich Yunadi. Tama menyebutkan, profesi advokat memang harus dihargai. Namun, dalam melakukan tugasnya, seorang advokat tidak boleh melanggar peraturan dalam undang-undang atau aturan hukum.

Jika melihat langkah yang dijalankan KPK dengan menangkap dan menahan Fredrich, ia mengatakan KPK tentu sudah punya bukti awal yang cukup bahwa Fredich diduga menjalankan sejumlah tindak pidana seperti yang disangkakan.

jelaspoker

Fredrich sebelumnya diduga mencoba menjadi penghalang dan merintangi penyidikan kasus e-KTP dengan tersangka Setya Novanto. Jadi saya tidak memerhatikan(yang dilakukan KPK) ini berusaha untuk memusnahkan sebuah profesi,”Ujar Tama, saat dihubungi PolitikBersuara.tk, Sabtu (13/1/2018).

Ia menjelaskan, seorang advokat memang akan dilindungi undang-undang. Namun, hal itu berlaku sepanjang advokat tersebut berjalan sesuai etika dan tidak melanggar hukum. ‘Impunitas’ bagi seorang advokat juga punya kelakuan yang harus di batasi, sepanjang dia tidak melanggar hukum.

Tak hanya advokat, profesi lain yakni, jaksa, polisi, bahkan pegawai KPK juga tidak ada yang bisa kebal terhadap hukum. Ia menyinggung oknum di profesi tersebut yang mencoba melakukan pelanggaran undang-undang, hukum dan kode etik, yang diproses hukum sesuai dengan ketentuan melanggar UU. “Yang perlu dijadikan persoalan bukan soal profesinya apa, tapi dianya melakukan apa,” Terang dia.

Soal keberatan kenapa Fredrich langsung ditangkap dalam panggilan pertamanya sebagai tersangka, dia menjelaskan hal itu merupakan kewenangan KPK. Ketika KPK mencoba yakin dengan dua alat bukti permulaan yang cukup, dan dengan pertimbangan-pertimbangan yang dia terima menurut penyidik, ya dia melakukan penahanan. Pun begitu juga dengan penangkapan,” ucap Tama. Sebelumnya, Fredrich sangat keberatan dengan penetapannya sebagai tersangka dan langsung ditahan.

Menurut dia, advokat yang sedang melakukan profesinya tidak bisa dihukum, baik itu secara pidana maupun perdata. Hal tersebut sudah tercatat dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat. Kemudian, Ucap Fredrich, UU itu diperkuat dengan keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 26 Tahun 2013 bahwa advokat tidak boleh dituntut. Namun, sekarang saya akan di musnahkan,” ungkap Fredrich. Fredrich menyebutkan proses hukum terhadap dirinya akan menjadi permasalahan ke depan. Advokat yang membela kliennya, tetapi dianggap memperlambat proses hukum, bisa disebutkan sebagai tersangka.

Menurut dia, tak tertutup kedepannya Polri dan Kejaksaan juga meniru KPK menerapkan hal ini. Banyak juga yang tidak mencoba menghalangi penegak hukum dalam melakukan tugas. Karena sebagai pihak yang mengerti hukum, perbuatan menghalang-halangi dugaan kasus korupsi jelas sekali terdapat ancaman pidananya,” Ujar Fredrich.

BANDAR DOMINO ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | BANDAR ADUQ ONLINE | AGEN CAPSA ONLINE | ADUQ ONLINE

“Daftarkan segera diri anda bersama kami di jelasbola, proses daftar-deposit-withdraw yang mudah dan cepat 24 jam, hanya dengan deposit 50 ribu saja anda sudah bisa bergabung bersama JELASBOLA Agen Judi Online Terpercaya”

JELASBOLA POSTING BANNER

Silahkan Hubungi Costumer Service JELASBOLA
Kami Siap Membantu Anda 24 jam non-stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *